Pemdes Candimulyo Manfaatkan “DD 2018” Untuk Pembangunan Saluran Drainase

Metrosoerya.net- Madiun
Pemerintah Desa Candimulyo kecamatan Dolopo kabupaten Madiun melalui dana desa tahun 2018 mengalokasikan pembangunan saluran drainase. Mengingat Bencana alam masih terus mengintai desa-desa yang ada di wilayah dataran tinggi dan dataran rendah Kabupaten Madiun.

Ketua TPK Setiono selaku Kasun Ngendel mengatakan pemerintahan desa bisa melakukan inovasi melalui pemanfaatan dana desa. Jumlah kasun 5, terdiri dari kasun Candimulyo, kasun Sido Wayah, kasun Jatirejo, kasun Bulu, kasun Ngendel. Jumlah Rt 20. Jumlah perangkat 9.

Ia berharap pemanfaatan dana desa untuk pembangunan infrastruktur di pedesaan juga bisa menyentuh perbaikan dan pemeliharaan drainase desa.

Menurutnya, keberadaan saluran air perlu diperhatikan guna mengantisipasi terjadinya bencana terutama banjir pada waktu musim hujan tiba. Setidaknya, ketika hujan deras, saluran drainase bisa menampung dan air tidak meluap,”ujar kasun.

Jika yang dibangun hanya infrastruktur jalan saja, sementara sistem drainase desa ini tidak diperhatikan. Sebab ketika hujan debit air akan melonjak. Namun saat saluran drainase yang ada tak mampu menampung, pada akhirnya juga akan menimbulkan bencana banjir atau tanah longsor,”tuturnya.

Setiono juga menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan di pedesaan memang sangat diperlukan guna mendorong optimalisasi potensi desa. Namun jika saluran air tidak diperhatikan akan mempercepat kerusakan fisik jalan. Ketika saluran air tidak diperhatikan, usia jalan tidak lama karena cepat rusak.

Pembangunan saluran drainase berlokasi di Rt. 03 Rw. 01 Dusun Krajan, volume 300 m x 0,3 m x 0,4 m. Total biaya Rp. 49.106.000. Pengerjaan dilakukan oleh warga setempat. Tenaga tukang 4 orang, tenaga pekerja 12 orang.
Pembangunan tersebut di dukung oleh Kades candimulyo Ibu Elya widi astuti, SE. Yang mana pembenahan saluran drainase masyarakat masih membutuhkan kurang lebih sekitar 1 km saluran drainase kiri dan kanan jalan desa.

Pemerintahan desa ikut serta menganalisa dan membuat program kegiatan untuk penataan saluran air atau gorong-gorong di wilayah desa. Saat ini banyak pengembang rumah yang tidak memperhatikan drainase untuk pembuangan air.

Sehingga saat turun hujan deras, air nya tidak terarah ke saluran air namun ke jalanan dan halaman.  “Akibatnya air menggerus bangunan talud dan tanggul sehingga terjadi bencana,”. (Ratna Lopez)