Para Menteri Kesehatan Negara Anggota WHO SEAR Diskusikan Kesehatan Global di India

New Delhi, (METROSOERYA.NET) – Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, menghadiri pembukaan The 71st Session of the WHO Regional Committee (RC) of South East Asia Region (SEAR) di New Delhi, Senin (3/9/2018).

Pertemuan yang dihadiri oleh para menteri kesehatan serta perwakilan seluruh negara anggota WHO South East Asia Region (WHO SEAR) juga beberapa NGO terkait ini merupakan forum komunikasi negara anggota untuk mendiskusikan isu-isu kesehatan global yang sedang dihadapi pada saat ini.

Tema terkait improving access to essential medical products in the region and beyond menjadi isu utama yang perlu mendapatkan perhatian prioritas pada situasi global saat ini. Tema tersebut juga merupakan topik yang akan dibahas pada sesi Ministerial Roundtable yang akan dilaksanakan pada hari kedua dalam rangkaian pertemuan ini.

Sebagai tuan rumah, Menteri Kesehatan India, Jagat Prakash Nadda,  mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi yang telah hadir pada pertemuan RC 71 di New Delhi, India, juga mengucapkan terimakasih kepada WHO SEAR atas dukungan yang telah dilakukan selama ini, khususnya dalam mencapai target kesehatan di wilayahnya.

Selain itu, Menkes India menyampaikan bahwa di India tengah dilakukan revolusi secara masif terkait perbaikan gizi dan penyediaan imunisasi terhadap anak-anak di India yang menjadi target perbaikan mendasar terhadap SDM di India. Selain itu, Menkes India juga menekankan bahwa negara anggota WHO SEAR diharapkan dapat bersama-sama berkomitmen untuk mulai memperhatikan isu terhadap peningkatan akses medical essential products sebagai isu prioritas yang harus diperhatikan, mengingat akses ini merupakan bagian dari pencapaian target Universal Health Coverage.

Regional Director WHO SEARO, Poonam Khetapral Singh, menyampaikan capaian pada regional flagship programme yang telah dilakukan WHO SEAR selama periode tahun 2017 antara lain meliputi: Eliminasi Campak dan Rubella pada tahun 2020; Pencegahan penyakit tidak menular melalui kebijakan dan rencana multi sektor; Menghentikan kematian ibu yang sebenarnya dapat dicegah, juga kematian anak (dengan fokus pada kematian neonatal); Universal health coverage dengan fokus pada sumber daya kesehatan dan akses terhadap obat-obatan; Membangun kapasitas nasional untuk mencegah dan menanggulangi Resistensi Antibiotika; Meningkatkan kapasitas dalam membangun emergency risk management; mengeliminasi penyakit yang sudah hampir tereliminasi; serta mempercepat upaya untuk mengakhiri TB pada tahun 2030.

Poonam juga sangat mengapresiasi atas pencapaian beberapa negara anggota WHO SEAR utamanya terkait pencapaian eliminasi filariasis, malaria, measles dan reduction in maternal and child mortality. Selain itu, Dr Poonam menekankan bahwa pentingnya investasi di sektor kesehatan sebagai upaya persiapan, penanggulangan serta ketahanan  terhadap situasi emergency di kawasan SEAR.   

 Pada kesempatan tersebut, semua menteri kesehatan negara anggota SEAR menerima sebuah buku berjudul “A Healthier South-East Asia: 70 Years of WHO in the Region” yang baru saja diluncurkan. Buku tersebut menggambarkan upaya-upaya  yang dilakukan WHO bersama seluruh negara anggota SEAR untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Pada saatnya nanti, pertemuan ini akan menghasilkan deklarasi para menteri kesehatan yang akan menyepakati komitmen politik guna mendukung kolaborasi terkait peningkatan akses medical products essential antara negara anggota WHO SEAR. (Rtyn Prima)