Tingkatkan Swasembada Pangan, TNI Siap Cetak 40 Hektar Sawah di Manggarai

(Metrosoerya.net) – Dandim 1612/Manggarai Letkol inf Rudy M. Simangunsong, S.Sos. didampingi Pasi Ter Kodim 1612/Manggarai Kapten Inf Musoli, Pasi Pers Lettu Inf Simon Halek dan Plh. Danramil 1612/08 Macang Pacar Pelda Komang Suwandi melaksanakan kegiatan pengecekan percetakan sawah seluas 40 Hektar di Mata Rata, Desa Benteng Ndope, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat. Sabtu, (6/10/2018)

Dalam kunjungannya di lokasi cetak sawah yang juga dihadiri Kelompok Tani (Poktan) Rejeleleng 1, Dandim 1612/Manggarai dan rombongan mengecek keberadaan mata air, jalur irigasi serta lokasi cetak sawah itu sendiri.

Pelaksanaan swasembada pangan di Kabupaten Manggarai Barat terus digiatkan TNI bersama rakyat dan Pemerintah Daerah. Salah satunya dengan mencetak sawah baru guna menghasilkan luas lahan dan hasil panen yang tinggi

Dandim 1612/Manggarai meninjau lokasi catak sawah guna mengetahui sejauh mana perkembangan lahan yang sudah lama tidak digunakan/lahan tidur dibuat menjadi lahan persawahan dalam rangka menyukseskan ketahanan pangan yang merupakan program Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan terutama di wilayah Kodim 1612/Manggarai.

Dandim 1612/Manggarai berharap dengan adanya cetak sawah baru ini akan mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan. Program cetak sawah ini nantinya akan terus berkembang secara bertahap dan akan berhasil apabila dilakukan dengan penuh kesabaran dan keseriusan.

Di depan Poktan Dandim juga menyampaikan program Pemerintah ini untuk membantu rakyat kita, agar masyarakat kita jangan beli beras lagi dari luar Negeri, program cetak sawah ini harus diteruskan dengan semangat kerja dan rasa memiliki dari masyarakat yang nantinya akan mengelolah sawah tersebut sehingga program swasembada pangan bisa berhasil dan tingkat kemiskinan diturunkan. Jangan merasa program ini milik pemerintah, masyarakat disini juga harus merasa memiliki dan bertanggung jawab agar nantinya semua yang kita kerjakan ini dapat berjalan dengan baik.

“Saya harap di lapangan masyarakat tidak ada perselisihan, keberadaan kita disini untuk bertukar pengalaman dan solusi,” tambah Dandim.

Juga dikatakan Dandim, program Nasional kerjasama TNI dengan Kementerian Pertanian itu dilaksanakan dengan optimalisasi oleh TNI khususnya Kodim 1612/Manggarai.

Dalam kesempatan tersebut Dandim juga memerintahkan kepada para Babinsa agar betul-betul turun ke lapangan guna mendampingi para petani dalam pemanfaatan lahan-lahan tidak produktif (lahan tidur) untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian sehingga dapat mengoptimalkan hasil pertanian di wilayah Kodim 1612/Manggarai.

Dandim 1612/Manggarai juga meninjau basecamp percetakan sawah, disana mengecek keberadaan alat-alat berat yang digunakan untuk kegiatan cetak sawah. (Rtyn Prima)