Polrestabes Kembali Tangkap Perampas HP

SURABAYA-Metrosoerya.net,  Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus pelaku perampasan handphone, yang dalam aksinya menyerempet mobil korban kemudian menggores bodinya dan mengetuk pintu kemudi dengan maksud agar pengemudi turun dari mobilnya.

“Korban dari perampasan ini adalah seorang dokter, yang saat itu sedang mengendarai mobil. Handphone yang dirampas pelaku yakni merek Samsung Galaxy S9,” sebut Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, Senin (8/10).

Pelaku perampasan tersebut, kata Sudamiran, bernama Abdul Ghofur (38) asal Jalan Kedung Cowek gang II No.8, Surabaya. Sedang korbannya bernama Dr Esthy Yuliana (36) warga Jalan Jemur Regency, Surabaya.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (6/10) sekitar pukul 08.30 Wib di Jalan Raya Prapen Indah, Surabaya. Ceritanya, berawal saat korban yang mengemudikan mobilnya sendirian, melintas di Jalan Jemursari dan belok ke Jalan Prapen Indah, Surabaya. Saat itulah, pintu mobil korban tiba-tiba diketuk oleh pelaku sambil mengatakan mobil korban tergores.

Korban kemudian turun dan cek-cok dengan pelaku. Selanjutnya korban meminta pertanggungjawaban hingga pelaku menyanggupinya. Puncaknya, pelaku meminta handphone korban untuk berbicara dengan suami korban. Namun saat itulah, pelaku dengan cepat memacu motornya dan membawa kabur handphone korban.

“Jadi pelaku ini saat itu mengalihkan korban dengan menyuruh menelepon suaminya. Dan ketika lengah, korban ditendang hingga jatuh, setelah itu handphonenya langsung dibawa kabur pelaku,” jelas Sudamiran.

Menjadi korban kejahatan, sang dokter kemudian melapor ke polisi. Kasus ini kemudian ditangani Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Tak menunggu waktu lama, pelaku dapat diamankan. “Tersangka kami amankan kemarin (7/10), saat berada di rumahnya,” tambah polisi berpangkat satu melati itu.

Sudariman menandaskan, hasil dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, pelaku ternyata merupakan seorang residivis atas kasus yang sama. Ia pernah dihukum selama 7 bulan pada tahun 2016. Namun, setelah keluar penjara pelaku malah makin beringas. “Pelaku ini tercatat sudah beraksi sebanyak 10 kali. Modusnya juga sama. Saat ini kasusnya masih kembangkan,” pungkasnya.(Yus/Sutris)