Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Bupati Lamongan Panen Raya Jagung

Lamongan, (Metrosoerya. net) – Sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur, Kabupaten Lamongan terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas jagung. Demikian diutarakan Bupati Lamongan Fadeli pada saat melakukan panen raya jagung bersama dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi di Desa Kakat Penjalin Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kamis (11/10/2018).

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan mengungkapkan bahwa saat ini petani sedang menikmati hasil panen dengan harga jual yang cukup tinggi karena kualitas jagung yang dihasilkan baik.

Menurutnya dalam 3 tahun terakhir capaian produksi maupun produktivitas jagungmeningkat tajam. Pada 2016 produksi mencapai 370 ribu ton dengan provitas 6 ton per hektar. Sedangkan pada 2017 naik menjadi 571 ribu ton dengan provitas rata-rata 8,3 ton per hektar. Sementara itu pada 2018, prediksi produksi mencapai 928 ribu ton dan rata-rata provitas 9 ton per hektar.

Hal yang menggembirakan lainnya dari panen raya ini yaitu harga jagung relatif tinggi, mencapai Rp 3.700 – 3.800/kg jagung pipilan basah atau mencapai Rp 4.600 – Rp 4.700/kg jagung pipilan kering. Hal ini jauh diatas harga acuan pemerintah yaitu Rp 3.150/kg jagung pipilan kering sebagaimana diatur dalam Permendag 96/2018.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BKP menyampaikan bahwa produksi jagung sangat banyak, bahkan dalam pemantauan panen di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Jombang pada dua hari sebelumnya panen jagung masih dan sedang berlangsung, masing-masing sekitar 8 ribu ha dan 5 ribu ha. “Melihat kondisi ini, seharus nya para pelaku usaha tidak perlu khawatir kekurangan pasokan jagung” tegas nya.

Untuk membuktikan ketersediaan maupun stok jagung, Kepala BKP juga mengunjungi pedagang pengepul jagung Oni yang tidak jauh dari lokasi panen. Menurut Oni, saat ini ia mampu melakukan pembelian jagung ke petani dan menjual ke pabrik pakan berkisar 15-40 ton per hari.

“Selama ini tidak ada masalah ketersediaan dan pasokan jagung ke pabrik pakan, lancar-lancar saja” terangnya. (Rtyn Prima)