Staf Khusus Kasad, Pabandya Sterad, dan Kementan RI Tinjau Lokasi Cetak Sawah di Manggarai

(Metrosoerya. net) – Staf Khusus Kasad Brigjen TNI Erwin Septiansyah, S.I.P., Pabandya Sterad Letkol Arh Nova Mahanes Yudha, serta 2 orang staf dari Kementerian Pertanian RI melaksanakan kunjungan kerja meninjau lokasi percetakan sawah baru seluas 40 hektar di Lingko Rata dan Lingko Wilid Desa Benteng Ndope, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/10/2018).

Dandim 1612/Manggarai Letkol Inf Rudy M. Simangunsong, S.Sos mendampingi rombongan dalam kunjungan tersebut, juga turut hadir Danramil 1612-02/Komodo Kapten Inf Sulaiman Baba, Pasiter Kodim 1612/Manggarai Kapten Inf Musoli, Kadis Pertanian Manggarai Barat Anggalinus Gapul, Plh. Danramil 1612-08/Macang Pacar Pelda Komang Suwandi, anggota Petugas PPL Pertanian, Kepala Desa Benteng Ndope Hilarius Jahani, Poktan Usaha Bersama dan Poktan Sukatani serta masyarakat sekitar 130 orang.

Dalam kunjungan kerja tersebut rombongan Staf Khusus Kasad diterima secara adat manuk kapuk oleh ketua adat Golo Lingko Rata. Selanjutnya rombongan meninjau mata air di sungai Mata Rata.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Tim Pusterad Mabesad dan Kementerian Pertanian RI yang datang dari Jakarta.

Pemerintah pusat sangat memperhatikan masyarakat agar terlepas dari kemiskinan dengan upaya membuka lahan sawah dan diharapkan setelah dibuka harus berkomitmen agar dikelola, selanjutnya akhir Oktober sekitar tanggal 30 Oktober 2018 nanti akan dilakukan pengecekan kembali, apakah sawah baru sudah siap semua pematangnya serta saluran irigasinya. Selanjutnya setelah dibuka akan diberikan benih dan pupuk.

Dalam sesi tanya jawab, Poktan menginginkan adanya bantuan traktor serta berharap saluran irigasi dapat diselesaikan, petani juga meminta agar bantuan pupuk dalam pengurusannya tidak rumit dan agar tanam padi dan jagung PHO pengerjaannya segera di laksanakan.

Didepan Poktan dan masyarakat setempat, Brigjen TNI Erwin Septiansyah  mengatakan agar komitmen yang dibuat masyarakat untuk menyelesaikan pematang sawah pada 30 Oktober 2018 segera dilaksanakan, Babinsa dan Danramil memberi dukungan kepada Kelompok Tani. Apabila ada mafia pupuk segera di laporkan dengan melampirkan bukti.

Sementara ini Dandim 1612/Manggarai berharap agar masyarakat jangan berpangku tangan melihat tim yang bekerja, namun semua harus saling bahu membahu dalam melaksanakan pengerjaannya sehingga hasil akhirnya bisa mendapatkan beras sesuai target, demikian ucap Dandim. (Rtyn Prima)