*Pelaku Pembunuhan di Tarik Ternyata Residivis

Sidoarjo-Metrosoerya.net,  Akhirnya terkuak. Gerak cepat tim Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam mengungkap misteri kasus kematian Nikko Anggrian, pemuda 22 tahun asal Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, membuahkan hasil.

Andri alias Bidan, warga Desa Kemuning Kecamatan Tarik ini, diduga kuat sebagai otak pelaku pembunuhan terhadap korban. Ironisnya, Andri merupakan seorang resedivis yang sudah lima kali keluar masuk rumah tahanan (rutan).

Pria 34 tahun, yang berprofesi sebagai sopir angkutan bison Surabaya- Malang tersebut, diamankan polisi di tempat persembunyiannya di wilayah Kraton, Kecamatan Krian.

Kejadian itu bermula, tersangka (Andri, bidan) sedang dalam perjalanan mengantar pacarnya Nia pulang ke rumah di Desa Kaliwungu. Saat keduanya melintas di area persawahan Desa Buntut, Tarik, mereka bertemu enam orang tidak dikenalnya. Karena merasa tidak mengenal mereka, tersangka pun tetap melajukan kendaraannya.
Namun, tiba-tiba tersangka dikejar kendaraan dari belakang, yang tidak lain adalah korban. Tersangka dibentak korban “lapo mas mbleyer”. Tersangka menjawab “sinten mas”. Sebelum kembali pergi, korban sempat menghina dengan kata-kata “koyok taek”. Mendengar ucapan itu, tersangka mulai tak terbendung emosinya dan merasa tertantang. Akhirnya, tersangka berbalik mengejar korban. Nah, setibanya di TKP keduanya saling cekcok. Hingga perkelahian merekan berujung pada kematian korban, akibat terkena tusukan di dada sebelah kiri yang dilakukan tersangka. “Tersangka yang merupakan residivis ini, ditangkap di wilayah Kraton, Krian,” kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Hilmawan Bayu Aji, pada acara pres rilis di mapolresta, kamis (18/10).

Dalam kasus ini, ada sejumlah barang bukti disita. Di antaranya, 1 buah pisau jenis sangkur, 1 buah,celana jeans, 1 buah kaos oblong warna biru dongker. Selain itu, juga 1 unit kendaraan roda dua Merk GL Pro warna hitam nopol W 2248 XX berserta STNK nya. Pelaku dianggab telah melanggar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP, tentang telah melakukan pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseoarang.jelas himawan (jun)