Satreskoba Polrestabes Gagalkan Peredaran Ganja 903 Gram

Surabaya,  (Metrosoerya.net) – Setelah berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu seberat 2,2 kilogram, kini Satreskoba Polrestabes Surabaya kembali mengungkap peredaran narkoba jenis ganja seberat 903 gram. Dua penggagalan peredaran itu masih terkait dengan jaringan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) di Jawa Timur.

Dari hasil pengungkapan Unit III Satresnarkoba itu selain barang bukti ganja juga berhasil diamankan 12 poket sabu seberat kurang lebih 12,94 gram. Untuk tersangka yang diamankan yakni Achmad Syafi’i warga Jl Blambangan Tambak Sawah, Waru, Sidoarjo.

Wakasat Narkoba Polrestabrs Surabaya, Kompol Yusuf Wahyu mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka berhasil diamankan saat mengantarkan narkoba di Jl Raya Kertomenanggal, Waru, Sidoarjo. “Sesuai pengakuan dari tersangka, dia mendapat barang yang diduga dari seorang napi di dalam Lapas Pamekasan,” katanya, Kamis (25/10/2018).

Dari penangkapan di Jl Kertomenanggal petugas mendapati satu bungkus koran berisi narkoba jenis ganja kurang lebih 903 gram. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan menggeledah di kediaman tersangka, yakni di Jl Blambangan Tambak Sawah, Waru, Sidoarjo. Dari kediaman tersangka, petugas mendapati 12 poket plastik berisi sabu kurang lebih 12,94 gram.

“Tersangka ini kurir yang akan mengirimkan barang-barang ini (narkoba) kepada si pemesan. Sesuai intruksi dari pemilik barang,” jelasnya. Dari pengakuan tersangka, ia hanya berkomunikasi melalui telpon.

Selanjutnya dengan sistem ranjau, tersangka Achmad mengambil barang tersebut. Begitu juga dengan peredarannya, lanjut Yusuf, lagi-lagi tersangka menggunakan cara yang sama, yakni dengan sistem ranjau. Tersangka pun juga tidak bertemu muka dengan si pembeli barang haram tersebut, karena menggunakan cara atau sistem ranjau.

“Antara tersangka dengan pemilik barang hanya berkomunikasi via telpon. Untuk pengambilan barang maupun peredarannya, semuanya menggunakan sistem ranjau,” ucapnya.

Yusuf menegaskan, untuk hasil ungkap ini pihaknya akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Apalagi kasus ini merupakan jaringan Lapas. ” Tim akan terus melakukan pengembangan. Terlebih kasus ini diduga berkaitan dengan jaringan Lapas, yakni Lapas Pamekasan,” tegasnya. (Red)