Ops Gaktib Subgarnisun 0816/Sidoarjo Jaring Puluhan Pelanggar Sipil dan Militer.

Metro Soerya.net. Sidoarjo – Subgar 0816/Sidoarjo gelar Operasi Penegakan Disiplin (Gaktib) tahun 2018. Kegiatan operasi bertempat di Jl. Jenggolo Sidoarjo (depan Stadion Jenggolo Sidoarjo), dalam operasi tersebut petugas menjaring puluhan pelanggar warga sipil dan militer, Jum’at, (26/10/2018)

Operasi Gaktib dipimpin Kasubgar 0816/Sidoarjo Mayor (Mar) Nanang Lumatdia. Ia mengatakan operasi gabungan ini menerjunkan 80 personil, antara lain Pomgar, Subgar Sidoarjo, Polresta, Dishub Sidoarjo dan Pom Gar. Fungsi dan wewenangnya mengecek surat-surat bagi anggota yang keluar baik dari TNI AD, AL dan AU yang tanpa surat ijin keluar kesatrian maupun surat kendaraan, kata Nanang.

‘’Disini dari Polresta mengecek surat kendaraan bagi warga umum, dan dishub menindak dan menilang terkait surat kir, muatan melebihi, dan tonase yang tidak sesuai dengan kelas jalan di Sidoarjo. Bukan hanya orang sipil, namun bagi TNI juga, baik kendaraan kecil maupun roda  empat (R2 dan R4) kita tindak bila ada pelanggarannya,” tegasnya

Ia berharap, kedepan masyarakat maupun anggota TNI lebih disiplin, lebih mentaati aturan berlalu lintas dan kelengkapan surat kendaraannya, karena kepolisian memberikan sangsi tegas berupa surat tilang bagi warga sipil. Selain surat teguran, dari Pomgar sendiri akan diproses, tegas Nanang, perwira satu melati dipundaknya.

Tajus (36) salah seorang yang memakai atribut TNI yang terjaring menjelaskan, perlunya sosialisasi kalau memakai atribut TNI dilarang. Karena banyak anggota dan warga sipil yang mengenakan atribut TNI terjaring Gaktib dan mengeluhkan. Sebagai warga dia senang dengan Operasi Gaktib ini, cuman terkait dengan atribut yang dipakai merupakan kebanggaan terhadap TNI Indonesia, maupun
Polisi.

‘’Kalaupun  memang atribut itu dilarang dipakai oleh masyarakat tolong untuk diinformasikan dan disebarluaskan, kalau ada uu nya tolonglah
sosialisi sampai masyarakat tingkat bawah, itu perlu karena kami bangga dengan TNI dan Polri ,’’ tegasnya.

Dia juga menambahkan, harusnya pedagangnya kalau ada pembeli harus ditanya anda anggota, kalau bukan ya maaf…!kalau anggota diharap menunjukan kartu tanda
anggota, jadi saya pribadi tidak mengetahui kalau memakai atribut TNI atau Polri itu tidak boleh atau dilarang. Tandas karyawan Kopnus yang tempat kerjanya tepat didepan kegiatan Gaktip.

Lain lagi dengan Lettu AL Sutrisno saat dikonfirmasi media perwira dari Pupenerbal yang akan mengurus kartu BPJS tersebut tidak merasa terganggu. Karena pada dasarnya dirinya sangat mendukung, memang harus ditertibkan dan disiplin tertib itu yang utama baik anggota maupun warga sipil, tegasnya

Operasi Gaktib petugas berhasil jaring pelanggar yakni TNI AD 3 orang, TNI AL  4 orang, TNI AU nihil, warga sipil yang memakai atribut seragam TNI 7 Orang. Memasang Plat Dinas TNI AL Nodis 9037 di Forklip. Dan dari Kepolisian 35 tilang, dan 2 BB Ranmor R2, razia Dishub 10 pelanggar kir.

Hadir dalam operasi tersebut Kasubgar 0816/Sidoarjo Mayor (Mar) Nanang Lumatdia, Pasiops Subgar 0816/Sidoarjo (Kapten Cpm Mat Fakih), Pasimin
Subgar 0816/Sidoarjo (Kapten Laut (PM) Sukardi), Wadan Satpomgartap III/Sby (Kapten Cpm Awit Ismadi), Paur Hartib Satpomgartap III/Sby (Lettu Laut (PM) Hery Mardianto), Paur Idik Satpomgartap III/Sby (Lettu Laut (PM) Mat Salis), KBO Lantas Polresta Sidoarjo (Ipda Heri S) Kasiops Dishub Sidoarjo Arie Prabowo. Dibantu Satpomgartap III/Sby 19 Personil, Pamsus Gartap III/Sby, Subgar 0816/Sda 19 Personil, Polresta Sidoarjo  6 Personil, POMAU2 Personil dan Dishub Sidoarjo  21 Personil. (yun)