Polda Amankan Komplotan Perampok di Surabaya

Surabaya, (Metrosoerya.net) – Polda Jawa Timur berhasil mengamankan komplotan perampok disertai penyekapan di rumah pengusaha konveksi Cris Production milik Reza Teguh (40), Jalan Prapen Indah Blok F nomor 43 Kota Surabaya. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera  didampingi Kasubdit III Jatanras Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela  dan  Kanit IV/Premanisme AKP M Aldy Sulaiman menjelaskan, pihaknya membekuk pelaku di tempat persembunyiannya di luar kota.

Pelaku sempat kabur melarikan diri usai menyekap dua penghuni rumah, Sukanti perawat pribadi dan Subandi sopir.  “Iya, pelaku perampokan rumah pengusaha konveksi sudah tertangkap,”kata AKPB Leonard, Selasa (30/10).

Pelaku yang diamankan yakni Anggik  (32) warga Prapen Surabaya dan Rachmad (26) Tenggilis Lama Surabaya. Sedang penadahnya bernama Holili (32) warga Desa Ambal Ambil Pasuruan dan Jazuli (29) warga Waonosari serta Holil (31) warga Blimbing Malang.

Komplotan perampok itu juga menggunakan senjata tajam untuk mengancam hingga menyekap korbannya. Pelaku juga mengambil mobil Innova milik bos konveksi. Pelaku melarikan diri mengendarai mobil curian itu meninggalkan Kota Surabaya menuju ke arah timur. “Kami melakukan pengejaran pelaku hingga ke Bali,” lanjut AKBP Leo.

Sayangnya, Leo masih enggan menyebutkan secara terperinci terkait identitas pelaku. Ini dikarenakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan terkait kasus perampokan tersebut. “Intinya, pelaku merupakan orang dekat korban, yaitu mantan karyawan yang pernah bekerja di tempat korbannya sebagai sopir. Pelaku perampokan dua hingga tiga orang masih kami lakukan penyidikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah mencabut berkas perkara yang di tangani Polsek Tenggilis Mejoyo Polrestabes Surabaya. Perkara perampokan ini saat ini telah ditangani Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Anggotanya, melacak keberadaan pelaku perampokan melalui keterangan saksi dan hasil Olah TKP dari Tim Labfor Polda Jatim Cabang Surabaya.

Pihak Kepolisian sempat kesulitan mencari keberadaan pelaku lantaran minim bukti petunjuk di lokasi. Pasalnya, pelaku sempat membawa seperangkat Hardisk rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) di dalam kamar rumah korban. Perampok ini tergolong nekad lantaran menyekap Sukanti perawat memakai mukena dan mengikat tangannya dengan kain. Pelaku juga menyekap Subandi memakai lakban diikat menggunakan tali di dalam kamar. Kedua korban ditemukan oleh sekuriti Perumahan bernama Lukman yang kemudian melaporkan kejadian ini ke Kepolisian setempat. (Red)