Buang Limbah ke Kali Surabaya, Pemkot Hentikan Produksi PT Gaweredjo

Surabaya, (Metrosoerya.net) – Setelah terbukti sengaja membuang limbah ke Kali Surabaya, PT Gaweredjo resmi dilarang beroperasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sampai perusahaan ini menyelesaikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Sudah sejak 3 September lalu kami mendapatkan surat larangan beroperasi dari Pemkot Surabaya,” ungkap Direktur PT Gaweredjo, Satria saat menemui Tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur, Selasa (30/10/2018).

Satria menjelaskan, setelah menerima surat peringatan, pihaknya berupaya membangun IPAL yang sesuai standar. namun belum sampai terbangun selesai, surat sanksi atministrasi penghentian sementara aktivitas produksi telah dilayangkan Pemkot. “Sebenarnya kami menyayangkan tapi bagaimana lagi, kami tetap mentaati aturan hukum,” tuturnya.

Hingga saat ini, menurut Satria pembangunan  IPAL mencapi 90 persen, tinggal menunggu perkembangan bakteri penghancur limbah yang diperkirakan paling cepat dua bulan. “Bak penampungan berisi bakteri masih tiga hari normalnya minimal tiga bulan sudah bisa  pemproses limbah secara sempurna.

Pembangun IPAL ini, Satria mengaku menghabiskan biaya hampir Rp1,5 miliar untuk pembuatan bak penampungan, instalasi pipa, bak kotrol, biaya konsultan, hingga bakteri yang didatangkan dari Jerman. “Semua kami usahan sempurna ini adalah bentuk tanggungjawab kami,” imbuhnya.

Akibat tidak beroperasi, sebanyak 100 orang karyawan PT Gaweredjo untuk sementara diliburkan. “Aktivitas kami sekarang hanya memanaskan 20 mesin produksi agar tidak rusak dan bisa digunakan kembali saat produksi nanti,” ungkapnya.

Kasi Penanganan Pengaduan dan Penaatan Hukum Lingkungan Hidup DLH Jatim, Ainul Huri saat meninjau IPAL milik tekstil PT Gaweredjo menuturkan, PT Gaweredjo menjadi salah satu perusahaan yang paling disorot tim patroli karena sudah berulangkali didapati membuang air limbah ke Kali Surabaya.

“Hasil Sidak kami serahkan ke Pemkot Surabaya, dan ternyata resposnya cepat semoga ini bisa menjadi pelajaran buat persusahaan lainnya agar memperhatikan pengolahan limbah sebelum dibuang ke sungai,” pinta Ainul. (Red)