Ketua GP Ansor Sidoarjo  Menolak Tegas Pembakaran Bendera HTI Diindentikan  Bendera Tauhid Milik Islam.

Metro Soerya.net. Sidoarjo – Ketua Cabang GP Ansor Sidoarjo H. Rezza Ali Faizin angkat bicara terkait maraknya pemberitaan pembakaran bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang memicu reaksi paska pembakaran bendera, serta sorotan berbagai pihak termasuk dari kalangan warga NU sendiri.

Ia menyatakan sikapnya atas peristiwa pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia yang terjadi pada tanggal 22 Oktober 2018 saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat. Sebagaimana pernyataan Kapolda Jawa Barat di media massa yang menegaskan setelah melakukan pemeriksaan dan menyatakan bendera tersebut adalah bendera HTI, terang Rezza. Rabu siang (31/10/2018)

‘’Untuk itu kami sampaikan bahwa kami Ansor Sidoarjo menolak secara tegas bahwa bendera tersebut diidentikkan dan menyatakan seakan-akan
sebagai bendera tauhid milik Islam.Sebagai ormas Islam yang dilahirkan untuk menjaga Marwah kedaulatan NKRI dan menjaga nilai-nilai Islam, yang rahmatan lil alamin. Memandang bahwa pengibaran bendera HTI dimanapun dan kapanpun merupakan tindakan melawan hukum,’’ tegas Rezza.

Rezza menambahkan, karena HTI telah dinyatakan terlarang melalui putusan pengadilan, kami sangat mengapresiasi permintaan maaf sahabat-sahabat banser yang melakukan pembakaran karena semata-mata telah menimbulkan kegaduhan publik. Untuk itu sangat mendukung proses hukum secara transparan dan adil sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk kepada oknum-oknum dimanapun berada yang mengibarkan dan
membawa bendera HTI, imbuhnya.

“Kami pengurus Ansor Sidoarjo mengintuksikan kepada seluruh kader Gerakan Pemuda Ansor dan Banser se- Kabupaten Sidoarjo untuk tidak mudah terpancing, terprovokasi oleh mereka yang dengan segala hal kepentingan. Dan menjaga terus Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniah juga Ukhuwah Basyariah guna  membangun karakter bangsa, kata Rezza.

Sementara Komandan Banser Kabupaten Sidoarjo, Khoirul Anam sangat mendukung sikap Ansor Sidoarjo. Dan berterima kasih atas dukungannya kepada sahabat-sahabat banser dimanapun berada atas terjadinya insiden pembakaran bendera HTI ujar. Khoirul Anam (yun)