Giatkan Pendampingan, Babinsa Koramil 01/SUNGGAL Jelaskan Metode Pemupukan Tanaman Jagung

(Metrosoerya.net) – Danramil 01/Sunggal Kapten Czi J. Damanik mengungkapkan, dosis pupuk untuk tanaman jagung sangatlah variatif antara Desa atau dusun yang satu dengan yang lain, antara petani yang satu dengan petani yang lain dan antar musim juga berbeda, Kalau Babinsa hanya bisa menyarankan agar petani menggunakan ilmu titen saja, maksudnya agar para petani dalam memberikan pupuk dengan dosis yang kecil dulu kalau hasilnya kurang bagus baru dinaikkan dosisnya pada musim yang akan datang karena petani  lebih paham dengan kondisi tanah yang dimilikinya, ungkapnya, Jumat (02/11/2018).

Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 01/Sunggal Sertu Daniel Sembiring serta rekannya Sertu Imran Tarigan dengan melaksanakan giat pendampingan hanpangan pemupukan tanaman jagung milik anggota Kelompok Tani Karya saudara Maju Tarigan dengan luas lahan 4000 m yang terletak di Dusun 1 Desa Tanjung salamat Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang bersama sama dengan KUPT: Rina.

Babinsa Koramil 01/Sunggal Sertu K Daniel Sembiring serta rekannya Sertu Imran Tarigan Babinsa Koramil 01/Sunggal ikut membantu petani tersebut memupuk tanaman jagungnya.” Dengan rentang umur yang tak jauh berbeda, metode pemupukan yang diberikan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil panen jagung.” ujarnya. Dia berpendapat demikian, sebab mayoritas jagung yang dibudidayakan petani ditanam pada saat musim kemarau yang dimana kurang air. Ini membuat suplai nutrisi dari alam kurang mencukupi, sebab hara dari tumbuhan berkurang dan terjadi kurangnya pasokan air,” kata Sertu K Daniel Sembiring, Menurut dia, jagung sebaiknya dipupuk pada masa sebelum tanam, umur 15 HST, dan 30 HST. Pupuk dasar di awal masa pemupukan berfungsi untuk menyiapkan nutrisi bagi tanaman pada fase awal pertumbuhan.

Pemupukan tanaman jagung ini berlangsung selama masa tanam. Babinsa pendamping sangat antusias memotivasi para petani untuk selalu memperhatikan kualitas dan kesehatan tanamannya. ”Saat berkecambah, jagung menggunakan nutrisi dari biji jagung. Setelah beberapa hari nutrisi dari biji akan habis dan akar mulai berfungsi mencari makanan. Disinilah terjadi proses adaptasi terhadap lingkungan yang biasanya diiringi dengan stres tanaman. Semakin lama stres pertumbuhan akan semakin terhambat. Untuk memperpendek fase stres ini, kebutuhan hara harus tercukupi,” pungkasnya. (Rtyn Prima)