“Masyarakat Kapasari dan Gembong Bersitegang Dengan Satpol PP Kota Surabaya

Surabaya-Metrosoerya.net,  Beginilah nasib wong cilik PKL kapasari yang dibuat kucing kucingan oleh oknum Satpol pp Kota Surabaya yang membuat Masyarakat kecil mulai marah atas ulah Satpol PP Kota Surabaya yang sangat arogan terhadap PKL di jalan sepanjang kapasari (Gembong), Senin, 12 November 2018.

Masyarakat Kecil yang merasa tertindas oleh pemerintah, akhirnya mulai berani menutup jalanan akses kapasari sampai Gembong tebasan sekitar 500m.

“Kini masyarakat mulai geram dan marah kepada ulah oknum satpol pp Kota surabaya lantaran sudah tidak bisa menahan emosional nya yang selalu dipertontonkan oleh pemerintah Daerah.

” Awal kejadian nya itu berawal dari arogansi ulah para oknum petugas Satpol PP Kota Surabaya Saat melakukan penertiban yang telah mengambil barang milik halil dan pedagang yang ada didalam kampung dan juga masyarakat merasa tidak sesuai dengan peraturan Daerah No.17 tahun 2003 tentang penataan dan pemerdayaan PKL, sehingga para PKL dan serta warga masyarakat setempat yang sedang berjualan marah dan melakukan perlawanan, ” ujar kata tokoh masyarakat Mulyono MM Syamsul Arifin.

“Masih kata syamsul Arifin penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Surabaya hari ini sangat jelas arogannya. ” Selain merampas barang milik pedagang yang ada didalam toko, juga mengambil barang yang ada didalam rumah warga kapasari, ” ucapnya.

Kini masyarakat dan para pedagang sangat kecewa atas ulah tingkah perilaku para petugas Satpol PP Kota Surabaya.

“Secara terpisah, menurut pemilik toko Ratu Elektronik, Halil dan istrinya Nurhayati mengatakan, selama ini kami sudah berjualan sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang dulu pernah disosialisasikan maz “ungkap nya kepada awak media.

” Masih kata pak Halil kami tidak berjualan diatas terotoar mas, tapi kenapa oknum petugas Satpol PP Sangat arogan nya mengambil barang dan juga kursi yang sedang kami duduki maz , ” ungkap nya.( Samsudin)