Posramil 0825/24 Siliragung Gelar Perkemahan Dan Pelantikan Pramuka Saka Wira Kartika Gelombang II Masa Bakti 2018-2020

Banyuwangi-Metrosoerua.net,  Posramil 0825/24 Siliragung melaksanakan kegiatan perkemahan serta pelantikan anggota baru Saka Wira Kartika Gel-II masa bakti 2018-2020 yang di pusatkan di Posramil 0825/24 Siliragung yang di ikuti sekitar 25 siswa siswi Pramuka penegak pandega dari Gudep MAN 4 Banyuwangi, SMK PGRI Pesanggaran, MA Trisakti Siliragung, SMA Negeri 1 Pesanggaran, SMK NU 1 Pesanggaran. SMP KARTIKA Siliragung serta Instruktur Saka Wira Kartika Posramil 0825/24 Siliragung.

Kegiatan tersebut diawali dengan upacara pembukaan perkemahan pelantikan oleh Kak Saiful (Pembina Penegak Pandega) Operator Koramil 0825/11 Pesanggaran dilanjutkan dengan pelatihan peraturan baris-berbaris (PBB) serta penyampaian materi tentang wawasan kebangsaaan, bela negara, leadership dan keorganisasian.

Selain itu juga dilaksanakan acara api unggun yang bertujuan untuk memberikan kesemangatan dalam mengemban tugas sebagai gerakan Pramuka khususnya Saka Wira Kartika dan jurit malam pengambilan tanda pelantikan di tempuh dengan jarak sekitar 2 km di sekitaran wilayah Desa Siliragung Kecamatan Siliragung.

Menurut Danposramil 0825/24 Siliragung Pelda Sugiyanto mewakili Dandim 0825 Banyuwangi menuturkan,” Tujuan dilaksanakan pelantikan dan perkemahan Saka Wira Kartika ini adalah untuk membentuk watak generasi muda yang terwadahi dalam Saka Wira Kartika binaan Posramil 0825/24 Siliragung, guna menjadi watak generasi muda yang berwawasan kebangsaan mantap, sehingga memiliki ketangguhan dalam menghadapi segala persoalan dan dapat menjadi tauladan bagi kelompok generasi muda bangsa lainnya,”tuturnya.

Pelda Sugiyanto Danposramil 0825/24 Siliragung juga menambahkan,”Dalam pelantikan ini, bahwa para Pramuka harus memiliki disiplin pribadi dan kelompok yang tinggi, mantap dalam berorganisasi, memiliki ikatan jiwa korsa yang kuat, serta sadar dan ikhlas dengan tanggung jawab yang diembannya selaku genersi penerus bangsa, apalagi jika kondisi tersebut dikaitkan dengan berbagai ancaman dari dampak negatif yang ditimbulkan karena kemajuan teknologi saat ini, serta pemanfaatan teknologi informasi yang tidak terarah dan cenderung berseberangan dengan Pancasila dan UUD 1945, dan tentu saja hal itu harus dibentengi dengan Iman dan Taqwa yang mantap,”imbuhnya. (Aji/Pen25)