membully gerakan demonstran : ketua Fara angkat bicara

Pamekasan-Metrosoerya.net,  salah satu pemilik akun Facebook yang bernama Ancor Rassanah Ateh telah memposting gerakan demontrasi di Pemerintah kabupaten Pamekasan (pemkab) yang tidak sepentasnya di lakukan pada tanggal 20/11/2018 sekitar jam 12:23 WIB.

hal ini mendapat kecaman dari kalangan pegiat aktivis sosial.

ketua umum Okp forum aspirasi rakyat madura (FARA) Abdur rahman mengatakan pada Awak media “saya kaget ketika melihat postingan bully tersebut dengan bahasa Madura bahkan ketika temen-temen mengomentari ada kata-kata ancaman dari yang memposting, saya himbau kepada penegak hukum agar orang yang mempunyai akun tersebut harus di proses hukum karna jelas diduga melanggar UU ITE dan ujaran kebencian.

carilah Aktor Antelektualnya karna gerakan demonsntrsi itu di payungi Hukum UU NO 9 TAHUN 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum serta ada mekanismenya, saya tantang penegak hukum agar bersikap netralitas dan menyoroti persoalan ini agar tidak terkesan menutup nutupi bahkan , mengumpat di belakang kekuasaan, penguasa, pengusaha.

siapapun beakingnya (bajingan, preman) jika bersalah tak ada toleransi persoalan ini harus di kawal tuntas karna telah menjadi konsumsi publik dan mencemarkan nama baik begiat aktivis sosial. dalam waktu dekat kami beserta temen-temen akan melaporkan tindakan tersebut kepada polres Pamekasan”tutur Abdur rahman

saran saya kepada seluruh elemen masyarakat untuk sekedar mengetahui bahwa demontrasi itu menjaga eksistensi sistem domokrasi (dari rakyat untuk rakyat dan kembali ke rakyat) itulah yang di perjuangkan tentunya mencegah indikasi kemungkaran dan meminta keadilan agar pemerintah bersikap adil pada kita”ungkapnya.(abd Rahman)