Seduluran Saklawase, Reuni ke-31 Tahun Alumni SMPN 4 Angkatan ‘87 Kota Mojokerto

Mojokerto, (Metrosoerya.net) – Reuni bukan sekadar pertemuan kembali. Jadikanlah Reuni sebagai moment yang lebih sehat dan positif. Reuni harus menyehatkan, bukan hanya kumpul-kumpul doang. Bukan ajang mengumbar kesombongan, pamer keberhasilan, pamer kekayaan. Reuni juga bukan sebagai ajang untuk menyakiti perasaan teman, membuat trauma teman sehingga nggak mau datang ke reuni.

Reuni bukan sekadar pertemuan kembali, melainkan momen merasakan masa lalu untuk menjadikan kita lebih bijak dalam menyikapi masa depan. Masa lalu membuat kita makin bersyukur karena bisa melewatinya dengan baik.

Seperti halnya acara temu kangen alumni SMPN 4 Kota Mojokerto Angkatan 87. Reuni yang memasuki tahun ke-31 tahun ini begitu meriah meski tidak tertalu mewah. Sesuai dengan tema Reuni “Seduluran Saklawase”, selamanya kita saudara. Reuni diselenggarakan di Warung Surodinawan jalan Pekuncen no. 200 Kota Mojokerto, Minggu 25 November 2018.

Acara dikemas dengan suasana santai, penuh kekeluargaan tapi meriah. Apalagi, acara ini mengutamakan suasana keakraban. Lebih meriah lagi karena ada elektone. Bernyanyi dan berjoget bersama.

Disela-sela acara ada doorprice, dimana yang mendapatkan doorprice harus menyanyi dan berjoget. Tak khayal, sorak-sorai, celoteh guyonan membuat kita tertawa senang. Saling menyapa diantara teman, bercerita tentang kelucuan masa-masa sekolah dulu, mengocok perut kita, ketawa ngakak. Itulah keseruan saat reuni.

Choirul Anam selaku panitia mengatakan bahwa “Reuni angkatan 87 memperat silahturahmi, menguyubkan. Saling mensuport dalam pekerjaan demi kemajuan bersama, saling memberikan masukan, Untuk kelanjutannya, Insya Alloh reuni diagendakan tiap tahun”.

Dalam Reuni kita bertukar pengalaman, berbagi kisah, trik-trik apa saja dalam meraih kesuksesan. Teman-teman yang sukses membagi ilmunya kepada teman yang mulai merintis usaha. Layaknya keluarga, kalau ada teman yang terpuruk usahanya kita bersama-sama mencari solusinya. Satu harapan, kita semua sukses dalam pekerjaan.

Banyak pesan dan kesan atas terselenggaranya Reuni ke-31 tahun ini, diantaranya : “Semua welcome, itu yang menjadikan kita selalu kompak”, tulis Samsu. “Kerennnn…”, tulis Yuli. “Okeee, Mantappp..”, ungkap Heny dan juga Tatik sembari mengacungkan kedua jempolnya. “Hanya satu kata : Satukan Jangan Pisahkan, Salam SMPN 4”, kata Edy Suprianto.

Moh. Yasik menuliskan “Alhamdulillah…Semoga temu kangen yang kedua ini awal dari menyambung tali silaturahmi. Meskipun sangat berkesan tapi masih banyak yang belum datang karena kesibukan dan bertempat tinggal di luar kota tapi jangan berkecil hati karena akan diagendakan lagi Salam “Seduluran Saklawase”.

“Reuni adalah perwujudan bahwa kita saudara, seduluran. Semasa sekolah dulu, kita belum paham betul apa artinya temanatau sahabat, kita masih egois. Sekarang, kita menyadari, belajar dari pengalaman, mempererat tali persahabatan itu perlu”, ucap Eko Harianto.

Trihadi Yulianto yang beralamatkan di Tulungagung mengatakan, “Reuni seyogyanya dijadikan sebagai kegiatan yang positif. Mempererat tali persaudaraan dan silahturahmi. Berbagi ide-ide kreatif yang bermanfaat dan saling mendukung dalam pekerjaan. Semoga acara reuni bisa menjadikan awal yang baik buat kita semua”, pungkasnya.

Meski berhalangan hadir, Ana Christi menyempatkan menitip salam di group WA Alumni SMPN 4 Angkatan 87 yang bertuliskan, “Semoga ke depan lebih seru lagi, lebih kental persaudaraannya”. (Rtyn Prima)