Oktober 2018, Nilai Tukar Petani Jatim Turun

Surabaya, (Metrosoerya.net) – Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada bulan Oktober 2018 turun sebesar 0,72 persen dari 108,81 menjadi 108,02. Hal ini disebabkanIndeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,40 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,33 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2017, perkembangan NTP Bulan Oktober 2018 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 1,01 persen. Sedangkan NTP bulan Oktober 2018 dibandingkan Desember 2017 (tahun kalender Oktober) mengalami kenaikan sebesar 1,49 persen.

“Salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani di daerah perdesaan adalah indikator Nilai Tukar Petani,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono, Dikantornya Surabaya, Selasa (27/11).

Jika dilihat perkembangan masing-masing sub sektor pada bulan Oktober 2018, tiga sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP sedangkan sisanya mengalami penurunan. Sub sektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar terjadi pada sub sektor perikanan sebesar 0,23 persen dari 114,96 menjadi 115,23, diikuti sub sektor hortikultura sebesar 0,18 persen dari 101,21 menjadi 101,39, dan sub sektor tanaman pangan sebesar 0,14 persen dari 109,81 menjadi 109,97.

Sedangkan sub sektor yang mengalami penurunan NTP adalah sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,72 persen dari 108,75 menjadi 105,79, dan sub sektor peternakan sebesar 1,39 persen dari 112,60 menjadi 111,03.

Perkembangan NTP masing-masing sub sektor bulan Oktober 2018 terhadap bulan Oktober 2017 (year-on-year), tiga sub sektor mengalami kenaikan NTP sedangkan dua sub sektor lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP terbesar pada sub sektor tanaman pangan sebesar 2,83 persen, diikuti sub sektor perikanan sebesar 1,75 persen, dan sub sektor hortikultura sebesar 0,35 persen. Sedangkan sub sektor yang mengalami penurunan NTP yaitu sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,40 persen dan sub sektor peternakan sebesar 0,03 persen. (Rtyn Prima)