TPA MIFTHUL ULUM MEMPERINGATI ACARA MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

SURABAYA,Metro soerya.net_Menariknya acara di beberapa daerah di Indonesia memiliki sejumlah tradisi perayaan Maulid Nabi yang sangat unik. Sejak masuknya islam di Tanah Air, dalam perayaan Maulid Nabi SAW. Minggu (02/12/2018)

Setiap tahunnya hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awal selalu dirayakan oleh mayoritas kaum Muslim. Peringatan Maulid Nabi selalu diisi dengan pengajian dan ceramah yang mengisahkan kehidupan Nabi Muhammad sebagai suatu tauladan umat Islam.

Di Indonesia sendiri, Maulid Nabi menjadi hari libur resmi. Tak heran bila banyak orang memanfaatkan waktu . Guna melihat bagaimana perayaan Maulid Nabi di sejumlah daerah, berikut beberapa tradisi unik yang masih dilestarikan secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tepat nya saat ini peringatan Maulid Nabi, di Kapas Madya 4L Rt/Rw kel.Kapas Madya baru. Kecamatan. Tambak sari. Warga dan para wali murid TPA Miftahul Ulum berbondong-bondong datang ketempat acara yang dilaksanakan oleh sesepuh kampung pak Harianto atau yang biasa disapa paklek yanto yang sekaligus Guru TPA Miftahul Ulum, turut dihadiri oleh para wali murid TPA Miftahul Ulum, dengan warga masyarakat setempat untuk menggelar tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi ini diisi dengan pembacaan berzanji dan ad-Diba’i
(riwayat hidup Nabi) yang dikumandangkan dan dilantunkan oleh adik2 kita di lanjut oleh Ustadz Farid,
Ad-Diba’i yang merupakan puja-puji terhadap kelahiran dan kemuliaan Nabi Muhammad Saw.

Dan juga uniknya
Saat shalawat qiyam, atau mahallul dimulainya puisi-puisi Al-Barzanji, Ya Nabi Salam Alaika…Kita berdiri dan mengambil barang2 yang disediakan untuk berebutan barang2 yang disediakan dan digantung kan oleh panitia

Selain mengenang sebuah sosok pemimpin umat Nabi Muhammad SAW, peringatan Maulid juga penting untuk introspeksi diri. Sejauh mana kita telah meneladani sifat Nabi Muhammad SAW. Jejak langkah dan karakter Nabi Muhammad SAW merupakan bekal menghadapi tantangan kehidupan.

Sekaligus tutupp do’a dn tidak lupa pula pallek yanto
“Mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas kehadiran dan kerjasamanya tanpa dukungan kalian mungkin acara ini tidak terlaksana secara baik.(Samsudin)