Selewengkan BBM bersubsidi, 6 pelaku di ringkus Polres Banyuwangi

Banyuwangi-Metrosoerya.net, Kepolisian Resor Kabupaten Banyuwangi berhasil mengamankan bahan bakar minyak jenis premium bersubsidi. Terduga pelaku tertangkap basah oleh Resmob Pidter saat sedang membawa tiga buah jirigen yang berisi 30 Liter keluar dari SPBU Kedungringin Kecamatan Muncar menggunakan Sepeda Motor Vario. Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi melalui Kasatreskrim AKP. Panji P. Wijaya mengatakan, Pengungkapan kasus menyalahgunakan BBM tersebut berawal dari tertangkapnya Endik (42) warga Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi pada Jum’at (30/11/18) sekira pukul 21.00. Wib. Pelaku membawa 3 buah jirigen keluar dari SPBU. Kemudian dilakukan survailance dimana Endik berhenti disuatu tempat tepatnya di Dusun Kedungringin, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar menjumpai temannya yakni Ismail yang juga membawa 3 jirigen.

“Berdasarkan keterangan saat pemeriksaan oleh petugas, jirigen – jirigen tersebut berisikan BBM Premium sebanyak 6 jirigen dan terdapat 3 jirigen lainnya dirumah,” ujar AKP Panji . dari keterangan tersebut dilakukan pengembangan oleh pelaku lainnya yakni, Supriyanto (63) karyawan SPBU warga Dusun Kedungringin, Kecamatan Muncar dengan barang bukti BBM Premium bersubsidi sebanyak 16 jirigen/30 L, Tri Lestari (33) karyawan SPBU/Kasir, warga Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, dengan barang bukti BBM sebanyak 3 jirigen/30 L, 3 jirigen/20 L, dan 1 jirigen 25 L, Nizar (43) karyawan SPBU warga Dusun Kedungringin, Kecamatan Muncar dengan barang bukti BBM sebanyak 2 jirigen/30 L, Edi Susanto (35) karyawan SPBU warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar dengan barang bukti BBM sebanyak 5 jirigen/30 L, Sugiyono (35) warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar dengan barang bukti BBM sebanyak 2 jirigen/30 L.

Lanjut AKP Panji, ” Pelaku mengambil bbm tersebut dengan cara saat jam kerja di SPBU diwaktu sepi pembeli dan pada waktu malam setelah SPBU tutup para pelaku mengisikan BBM jenis premium tersebut kedalam jirigen isi 20 L, 25 L, 30 L. Kemudian disembunyikan di area SPBU lalu di saat sepi baru dibawa pulang.

Para pelaku menjelaskan bahwa membeli BBM Premium tersebut seharga Rp. 7.000/L untuk dijual kembali seharga Rp. 7.800/L atau dengan keuntungan sekitar Rp. 20.000/jirigen isi 30 L, jika pengambilan BBM pada pagi hari, maka langsung dibayar saat itu juga, dan jika pengambilan BBM pada malam hari setelah SPBU tutup, pembayaran keesok harinya.

” Untuk itu barang bukti 3 unit Sepeda Motor sebagai sarana angkut BBM Premium, 28 jirigen isi BBM Premium, 15 galon isi BBM Premium, Total 1.302 Liter BBM Premium bersubsidi kami amankan untuk dipersidangan. Para pelaku dijerat dalam Pasal 53 b,c,d UU No 22 tahun 2001 tentang Minyak Dan Gas Bumi, dan Pasal 106 No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. (Sigit)