Korban kasus percobaan pembunuhan di larikan RSUD, saat sidang berlangsung.

Banyuwangi-Metrosoerya.net,  Wilujeng Esti Utami, Lurah Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi, menjadi korban perampokan dan percobaan pembunuhan dengan cara dibuang ke sungai dalam kondisi tangan dan kaki terikat pada Selasa (31/7/2018) malam.

Kasus percobaan pembunuhan terhadap Bu Lurah Penataban memasuki agenda persidangan di Pengadilan Negeri (PN) setempat, Kamis (6/12/2018).

Saat persidangan, Wilujeng Esti Utami tiba-tiba mengalami syok dan kejang-kejang sampai pingsan, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit.

Histerisnya Bu Lurah tersebut saat Jaksa Penuntut Umum Mulyo Santoso tengah melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepadanya sebagai saksi korban.
Sebelum Bu Lurah Penataban Wilujeng Esti Utami pingsan, sempat menangis tersedu-sedu.

“Dipukul, dipukul lagi, dipukul lagi. Pokoknya saya dianiaya mau dibunuh,” kata Wilujeng menjawab pertanyaan JPU.

Dari situ, Bu Lurah, tampak gelisah seraya menyebut “Allahu Akbar.. saya dianiaya..,” kata Wilujeng seraya berteriak-teriak.

Sekitar pukul 11.42 Wib, tiba-tiba Bu Lurah pingsan dan dibawa ke ruangan kesehatan PN Banyuwangi.Karena tak kunjung membaik, sehingga Bu Lurah dilarikan ke RSUD Blambangan.

Sementara, persidangan dalam perkara percobaan pembunuhan dengan tersangka Agus Siswanto ( Agus Welek ) tetap dilanjutkan dengan memeriksa saksi kedua. (Sigit)