Polda Tangkap Penipu Gunakan Logo Konjen AS

(Metrosoerya.net), Surabaya – Polda Jatim melalui Subdit Siber, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim mengamankan satu orang tersangka berinisial JS (37), warga Surabaya. JS ditangkap dengan dugaan tindak pidana ITE dan penipuan yang mencatut dan menggunakan logo dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Surabaya.

“Untuk melakukan penipuan ini, tersangka menggunakan logo Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya. Kronologisnya, kita mendapatkan informasi di bulan November dan dua laporan,” jelasnya, Senin (10/12).

Penyelidikan kasus ini, setelah adanya laporan dari pihak Konsulat Jenderal Amerika, bahwa ada seseorang yang memanfaatkan logo atau lambang Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya. “Dipakai membuat akun whatsapp, menggunakan foto inisial BN. Dimana BN ini sebelumnya bekerja di United States, Konsulat Jenderal Surabaya, dibagian HRD, namun yang bersangkutan sudah keluar,” ungkapnya.

Melalui akun tersebut, tersangka membuat pengumuman lowongan pekerjaan di Konjen AS. JS pun memberikan syarat, pelamar harus mentransfer uang adminiatrasi sebesar Rp 2 juta, untuk keperluan kelengkapan pekerjaan. “Yang sudah terkena penipuan ini sebanyak enam orang, kemudian kita memeriksa saksi sebanyak delapan orang, dan total kerugian 12 juta,” jelasnya.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku. Dalam kurun waktu kurang dari dua hari, pihaknya berhasil mengetahui pelaku, dan mengamankan JS di kediaman orang tuanya, di wilayah Sememi.

Mantan Kapolres Probolinggo itu menuturkan, pelaku merupakan residivis dari kasus penyalahgunaan narkoba. “Pelaku ini keluaran Lapas Madiun. Masuk 2008, keluar di 2018 bulan Maret kemarin,” tuturnya.

Pelaku terancam hukuman pidana penjara 12 tahun, atas pelanggaran tindak pidana Iinformasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan atau dokumen elektronik. Sebagaimana dalam pasal 35 Jo pasal 51 ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia no 19 tahun 2016. Selain itu juga dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan. (Red/Rtyn/Rul)