Adanya Bahasa Pengancaman Kepada Pemilik Rumah Oleh Kepala Tukang dan Pengawas Proyek Bedah Rumah

Sampang, Metroesurya.net// Proyek Bedah Rumah dari pemerintah yang dialokasikan ke Dana Alokasi Khusus (ADK) di Kabupaten kini mulai dikerjakan yaitu di Kelurahan Rongtengah Sampang.

Program dari Pemerintah tersebut dinaungi Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Sampang.

Salah satu bedah rumah tersebut mulai dikerjakan di Jalan Pemuda Kajuk, Kelurahan Rongtengah, Kabupaten Sampang. Yaitu di rumah Munifah (70) tahun. Ibu dua anak tersebut melapor kepada kami bahwa ada bahasa pengancaman kepadanya

Pemilik rumah (Munifah) mengatakan, kemarin hari Kamis (15/10/2020) Kepala Tukang, dan pengawas mendatangi kami, dan mengatakan kalau ingin dikerjakan bahan material yang ada di luar suruh masukin, kalau tidak diangkut tidak akan dikerjakan sampai kapanpun.

“Mereka juga mengancam silahkan mendatangkan polisi, wartawan dan juga LSM tidak pernah takut. Karena saya kerja tidak dapat untung tapi rugi yang ada , Karena ada bahasa seperti itu saya menyuruh orang untuk mengangkut material dengan upah Rp. 150.000;. Itu uang pribadi saya, buat modal jualan kelapa di pasar”. Ungkapnya.

Karena ada bahasa pengancaman kepada wartawan, kami mendatangi lokasi bedah rumah tersebut dan mengklarifikasi bahasa tersebut

Setelah kami klarifikasi kepala tukang (Saleh) dan pengawas (eleng), mengelak telah berbahasa seperti itu, dan tidak merasa telah melecehkan Wartawan dan LSM

“Saya tidak bicara seperti itu, waktu itu saya emosi jadi keluar omongan seperti itu, karena anak buah saya menelpon kalau ada wartawan ke lokasi”. Ucapnya.

Kabid perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang, Abdul Rokib saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya (HP) mengatakan, itu program pemerintah yang dialokasikan ke Dana Alokasi Khusus (ADK). Dengan jumlah dana sebesar Rp.17.500.000. dengan rincian biaya tukan Rp. 2.500.000 juga pembelian material.

“Dana tersebut dana stimulan untuk merangsang masyarakat, diharapkan masyarakat nambah sendiri itu lebih baik, karena keuntungan sedikit tukangnya”. Ujarnya

Untuk masalah pengancaman kita belum konfirmasi karena buru buru telepon dimatikan.

Untuk hal pengancaman kepada Wartawan dan LSM kami akan laporkan ke pihak berwajib, supaya ada efek jera untuk berhati – hati dalam berbicara (minto/san)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *