REKA ULANG KASUS DUGAAN PELECEHAN SEXUAL YANG TERJADI DI DESA BRAGANG, KLAMPIS, BANGKALAN

BANGKALAN – Metrosoerya.net. Sabtu 16 oktober 2020,untuk melengkapi berkas bukti penyidikan yang sempat di tolak oleh kejaksaan Negeri Bangkalan dalam kasus dugaan pelecehan seksual yg di duga dilakukan oleh inisial MS,Kasatreskrim Polres Bangkalan gelar rekonstruksi ulang di tempat kejadian perkara (TKP) yaitu desa Bragang Kec. Klampis Kabupaten Bangkalan.

Rekonstruksi dilakukan pada jam 11.00 WIB dengan dihadiri oleh Bareskrim,Korban (NS),dan tersangka (MS) kuasa hukum dari MS,dan kepala desa bragang serta para saksi.

Rekonstruksi terlaksana dengan baik tanpa kendala apapun.
Saat di mintai keterangan oleh awak media, tersangka MS memaparkan kronologi kejadian sebagimana dalam Sejak pelaporan ke polsek Klampis yang dilakukan oleh inisial NS yang menuduh saya telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya,baru kali ini sya berbicara di depan publik tentang kebenaran yang selama ini diputar balikkan oleh NS di media.

Saya dan NS memang saling mengenal beberapa kali NS datang ke lembaga untuk menemui saya dengan berbagai alasan,yang pertama NS berkunjung ke kantor SMP Nurul Huda dengan alasan untuk belajar cara pembuatan soal CBT (Computer Best Test),untuk itu saya pertemukan NS dengan staf guru di lembaga saya yang memang ahli di bidang Pembuatan soal CBT.pungkasnya

MS juga megatakan bahwa di tempat kejadian jperkara Ada dua orang yang juga melihat kejadian ini dari kaca jendela, 1 orang pekerja tukang dan juga tukang kebun yang sedang bekerja.yang sebelumnya juga memang ada janji bertemu dengan MS di jam yang bersamaan dg datangnya NS ke kantor. Tambahnya

Dari keterangan NS ke awak media terkait rekonstruksi tadi ia menyampaikan bahwa ada banyak perubahan dari bangku ruangan, MS salah satu anggota dari FPI serta kepala sekolah.

Ada saksi yang membuat ku janggal karna paz kejadian tidak ada orang hanya saja bapak lukman yang sedang menunggu ku di jl raya depan tempat kejadian, Saya minta kepada aparat penegak hukum agar keadilan harus ditegakkan dan tidak tebang pilih. Ungkapnya NS

Batiar selaku kuasa hukum MS menyampaikan banyak kejanggalan dalam reka ulang ini yang menimbulkan tanda tanya besar, mana yang salah mana yang benar kita liat nanti paz persidangan,

dalam hal ini penyidik sudah bekerja dengan profesional sehingga dalam hasil reka ulang ini nantinya akan mempermudah bagi penyidik dan jaksa penuntut umum serta tidak ada bias atau fitnah yang selama ini muncul. Tuturnya
(haris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *