Penggagalan Rencana Pengiriman Senapan Angin oleh Satgas Paskhas Pamrahwan Papua

TNI AU Nabire,(24/10). Tanah Papua, Pemerintah Papua melarang keras pengiriman senapan angin kewilayah Papua, terutama didaerah pedalaman, larangan ini ditetapkan dengan alasan jenis senapan angin ini sering digunakan saat terjadi perang suku, selain itu juga digunakan untuk berburu binatang yang dilindungi oleh negara, sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah jenis senapan angin ini dilarang kirim melewati darat, laut maupun udara. Senin (24/10).

Seperti halnya yang dilakukan Satgas Paskhas Pamrahwan beserta anggota Avsec Bandara Douw Aturure Nabire Papua Sabtu(24/10/2020) kemarin, Satgas Paskhas Pos Nabire telah berhasil menemukan rencana pengiriman barang sebanyak 3 kardus yang berisikan 19 pucuk senapan angin jenis Sharp Kal. 4,5mm, yang akan dikirim ke Sugapa Kab. Intan Jaya dengan menggunakan pesawat Dabi Air Pk DPG tujuan Sugapa.

Bekerjasama dengan Avsec bandara dan aparat setempat maka untuk barang tersebut ditahan di KP3 Bandara Udara Nabire disaksikan oleh Danpos Paskhas Nabire dan tidak diijinkan naik ke Sugapa.

Menanggapi penemuan tersebut Dansatgas Paskhas Pamrahwan Papua Letkol Pas Y Made Suarsono menjelaskan, memang benar jenis senapan angin jenis apapun dilarang untuk dikirim ke Tanah Papua, terlebih kedaerah pedalaman, dikarenakan jenis senapan angin tersebut sering digunakan dalam perang suku maupun untuk berburu hewan yang dilindungi oleh negara, saya mengapresiasi kepada anggota saya yang telah berhasil menemukan dan menggagalkan pengiriman senapan angin tersebut, sebab dengan menemukan dan menggagalkan pengiriman tersebut berarti telah menyelamatkan ribuan nyawa manusia  dan ribuan hewan yang dilindungi oleh negara, tegas Letkol Pas Y Made Suarsono. (Rtyn Prima)