Jum. Apr 3rd, 2020

metrosoerya.net

berani tegas dan tajam

Nama Jagoannya Di Catut, Relawan Lia Istifhama Bertindak

SURABAYA – Metro Soerya.Net: Suhu politik surabaya menghadapi pilwali pada september 2020 kian memanas. Berbagai cara dilakukan oleh para kandidat untuk memperoleh simpati calon pemilih melalui kemasan acara acara maupun dengan blusukannya sekedar supaya namanya populis dan terpatri dihati rakyat surabaya. Tak terkecuali hal inilah yang dilakukan Lia Istifhama, wanita muda yang dikenal akrab dengan sebutan Ning Ceria yang masih keponakan khofifah Indarparawansa ini dengan programnya nawa tirta yang namanya semakin moncer dan kinyis kinyis dimasyarakat, karena dalam satu hari bisa menghadiri di empat acara yang berbeda, kini membuat calon rivalnya menjadi kalang kabut. Sehingga tak pelak namanya menjadi incaran oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan dengan melakukan modus pencemaran nama baik maupun penipuan.

Seperti diketahui, telah terjadi beberapa saat yang lalu seseorang dengan memakai foto profil WA Ning Lia Istifhama menghubungi Indah Yanuarsih seorang relawan ning lia melalui chatting di WhatsApp. Bahwa yang bersangkutan mengatakan melalui japri, minta tolong ditransfer ke rekening atas nama Ginanjar Yudi Sanjaya di sebuah bank swasta lengkap dengan nomor rekeningnya, dengan nominal Rp 2.400.000,-. Berita rekening minta dituliskan : “Pembayaran Rapat Kerja dari Lia Istifhama”.

History chating yang dilaporkan ke polisi namun saat dikonfirmasi, Ning Lia dengan tegas membantah hal itu. Sehingga dengan tanggap kasus dugaan penipuan dan pencemaran nama baik ini segera dilaporkan ke Polsek Wonocolo oleh relawan Lia Istifhama yakni Indah Yanuarsih ditemani Arif Leo Akbar dan Arief lesmono.

Namun keesokan harinya saat Gus Dar meminta konfirmasi perihal laporan tersebut kepada Iptu Dwi Panit Reskrim Polsek Wonocolo mengatakan,

“ Bahwa perkara tersebut belum termasuk unsur penipuan, karena belum ada korbannya, dan kalau dibawa ke unsur pencemaran nama baik kasus tersebut harusnya disampaikan melalui medsos, misalnya melalui facebook, IG, tweeter, dan lainnya. Sedangkan yang terjadi adalah WA secara pribadi dan tidak dikonsumsi oleh orang banyak/umum. Jadi belum bisa ditindaklanjuti, melainkan sebatas hanya pemberitahuan dan perlindungan hukum terhadap terduga korban (pelapor) dan pihak terkait, apabila nanti terjadi lagi kasus yang sama dan memenuhi unsur pidana.” jelasnya.

Menurut Indah Yunuarsih mengatakan ” Bagi kami, yang penting pihak berwajib sudah mengetahui tentang apa yang terjadi. sehingga membuat pembelajaran kepada pihak pihak yang ingin menjatuhkan ning lia melalui permainan politik kotor, supaya ke depan nanti sudah tidak ada lagi kejadian semacam ini”, tegas indah dengan geram.

Sementara Menurut Gus Dar Koordinator relawan Surabaya Ceria mengatakan,
“mengajak kepada segenap masyarakat surabaya untuk semakin hati – hati dan waspada terhadap pihak – pihak yang ingin menjatuhkan Ning Lia melalui berbagai cara, antara lain melalui komunikasi WhatsApp baik chating maupun voice call. Dan dalam upaya mengusung sosok Lia Istifhama atau Ning Ceria menuju perhelatan pilwali kota surabaya dengan kompak dan semangat, sehingga apabila kita kedepan menghadapi persoalan itu kembali bisa kita hadapi bersama – sama, sehingga nama sang kandidat
bersih dari hal – hal tersebut sampai ke arena Pilkada Surabaya, nanti !” pintanya. (tim)

259 Kali Dibaca