Diduga Melanggar Prosedur, Seorang Penyidik Dilaporkan ke Bidpropam Polda Jatim

Caption foto: Keluarga salah satu pelaku penggelapan saat berada di Mapolda Jatim

SURABAYA – METROSOERYA.NET.  Diduga melanggar prosedur, proporsional dan prosedural seorang penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya di laporkan ke Bidpropam Polda Jatim oleh salah satu keluarga pelaku penggelapan.

Dengan didampingi anak perempuannya, seorang ibu berinisial KTH umur 49 warga Dsn.Brebek, RT.003, RW.002, Kel. Berbek, Kec.Waru Kab. SIdoarjo, Senin (23/3) pagi datang ke Bidpropam Polda Jatim untuk melaporkan penyidik Polrestabes Surabaya dengan Nomor :LP/34/ 111/2020/Yanduan tanggal 23 Maret 2020.

Selama hampir tiga jam berada di ruang Bidpropam Polda Jatim, akhirnya ibu berinisial KTH datang ke Polda Jatim ini untuk memintak keadilan dan keselamatan terhadap suaminya, yang ditangkap oleh Polrestabes Surabaya terkait kasus penggelapan.

“Awalnya, suami saya ditangkap pada 12 Februari 2020 dan saat itu pada 14 Februari 2020 saya mendatangi Polrestabes Surabaya untuk mencari keberadaanya, karena pada saat itu suami saya tidak pulang. Dan, setelah saya di Polrestabes Surabaya saya akhirnya ketemu suami saya bahkan saya sempat di periksa oleh penyidik.

Saya ke Polda Jatim ini untuk melaporkan penyidik Polrestabes Surabaya, karena tidak sesuai prosedur yang dilakukan oleh penyidik dkk, karena suami saya di pukul di injak injak oleh 15 orang pada saat penangkapan.

Saya dapat informasi dari teman, dan ketika saya konfirmasi ke suami saya, suami saya menjawab ia,” pungkas perempuan berhijab itu.

Sementara ketika dikonfirmasi AKP Teguh mengatakan. Tidak, penyidikan yang dilakukan petugas sudah sesuai prosedur dan sesuai SOP,” tidak benar jika petugas menghajar pelaku, kita lakukan penyidikan sesuai prosedur yang berlaku,” jelas AKP Teguh. (Memed)