Ming. Mar 29th, 2020

metrosoerya.net

berani tegas dan tajam

KEGIATAN KAPAL CHINA DAN KAPAL ASING LAINNYA MASIH BEROPERASI DIPERAIRAN SAMPIT KOTAWARINGIN TIMUR

Media MetroSoerya.net – Kalteng, 25/03/20. Kapal pengangkut yang berlabuh di perairan Pantai Ujung Pandaran Sampit Kotawaringin Timur Kec.Teluk Sampit Kalimantan Tengah, dan jarak berlabuhnya antara Kapal-kapal tersebut jarak dengan pantai hanya sekitar 4 mil dan itu membuat lapisan Masyarakat pantai ujung Pandaran merasa kekwatiran dengan adannya penyebaran virus Covid-19 karena untuk keamanannya sendiri terutama pada pekerja Kapal tersebut rata-rata dari warga negara Asing (WNA) ini apakah sebelum-sebelumnya adanya tindakan oleh pihak terkait, karena dari peraturan Menteri Perhubungan No PM 200 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas PM 10 Tahun 2014 tentang tata cara dan persyaratan Pemberian izin penggunaan Kapal Asing apakah ini semua sudah sesuai dengan ketentuan tersebut.

Salah satu warga Pantai ujung Pandaran yang memberikan informasi tersebut kepada Media Metro Soerya tadi sore memberikan informasi bahwa dengan adanya Kapal-kapal tersebut kami yang tinggal di pesisir pantai ujung Pandaran kwatir dengan adanya penyebaran virus Corona, Ateng berharap pihak pemerintah dan yang terkait lainnya untuk segera menindak lanjuti atas adanya kapal yang beraktifitas di perairan ujung Pandaran Sampit Kotawaringin timur Kalteng kata Ateng ke Media Metro Soerya.

Adanya kegiatan dari kapal-kapal tersebut sehingga menjadi keresahan masyarakat ujung Pandaran, entah kepemilikan kapal yang bermuatan bouksit tersebut kepemilikannya siapa yang asal dari Sampit dan Kapal yang berlabuh tersebut hanya menunggu tongkang-tongkang pengangkut bouksit dan dilanjutkan pembongkaran biji besi ( bouksit ) dan pembongkaran minyak CPO kekapal yang sudah sekian lama parkir diperairan Pantai ujung pandarann tersebut.

Diduga kegiatan ini adalah kegiatan tidak sesuai KSOP ataupun MP sudah jelas yang mana Kapal Asing harus mempunyai alat pengaktifan sistem Indentifikasi atomatis ( Automatic Identification System’/AIS ) karena bagi Kapal yang berlayar di wilayah Perairan Indonesia akan diberlakukan 20 Agustus 2019 dan Aturan tersebut wajib semua kapal.
Tim Liputan Media Metro Soerya Kalteng (Rully)

96 Kali Dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *