WARGA DESA PETARIKAN MENGELUHKAN PEMASANGAN LISTRIK TERLALU MAHAL

Media Metrosoerya.net -;Kalteng,28/03/2020. Pemerintah sudah mengeluarkan peraturan untuk masyarakat yang mempergunakan penerangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang mana salah satunya enegi listrik, namun pada kenyataan di lapangan adanya beberapa oknum yang memanfaatkan dari pemasangan Listrik tersebut, Desa Petarikan yang pada saat itu memang membutuhkan penerangan yang layak dan untuk anak-anak yang saat belajar inginkan penerangan listrik yang lebih terang, sebelumnya juga ada pemasangan alat yang memakai tenaga Surya namun hal tersebut kekuatannya hanya bisa beberapa lampu saja.

Pemasangan Listrik di Desa Petarikan di Sei Mapam Rt.002, Rw.001 masyarakat/warganya merasa nyaman dan senang karena diDesa tersebut sudah mendapatkan penerangan sekitar 1300 va untuk satu buah rumah didesa Petarikan tersebut, kurang lebih sekitar 100 buah rumah yang berada disekitar Desa tersebut namun yang sangat disayangkan masyarakat harus mengeluarkan Dana kurang lebih sebesar Rp. 4.500.000.00 itu semua harus disetorkan melalui Kantor Desa dan dikelola pembayaran pemasangan listrik tersebut diatur oleh Kepala Desa Petarikan.

Salah satu warga Desa Petarikan menyampaikan Media Metro Soerya agar pemasangan yang sudah kami bayarkan tersebut kata H yang sudah mehubungi ke Media Metro Soerya bahwa biaya untuk pemasangan PLN ditempat kami red.H sudah tidak sesuai aturan, karena ESDM untuk pemasangan tarif listrik yang baru Tahun 2020 dikeluarkan oleh Kementerian ESDM PLN dan sudah ditetapkan biaya pemasangan yang 1300 VA sekitaran Rp. 1.218.000.00 saja, kenapa kata H salah satu warga Desa Petarikan masyarakat harus membayar Rp.4.500.000.00 dengan sejumlah biaya pemasangan itu jelas ini adanya Indikasi adanya salah satu oknum Desa atau dari PLN yang mengambil keuntungan sendiri karena sudah diluar dari ketentuan. dan yang jelas ini sudah tidak sesuai aturan yang telah dikeluarkan oleh PLN sendiri untuk biaya pemasangan listrik tersebut.

Menurut informasi dari H dari pemasangan yang sudah hampir seluruhnya telah membayar namun belum juga dari beberapa rumah lainnya belum terpasang. Karena kata Kepala Desa Petarikan masyarakat masih belum melunasi pembayaran yang sudah ditentukan nilainya sebesar Rp.4.500.000.00 makanya ada sebagian yang tidak terpasang, dari nilai jumlah pemasangan aja.
Sudah jelas ini melanggar ketentuan apakah itu dugaan pelakunya dari Kepala Desa atau dari pihak PLN bagian pemasangan yang dilapangan maupun dari pihak kantor yang terkait sampai mengenakan tarif pemasangan sambungan Listrik hingga Rp 4.500.000.00/ rumah.

Berita ini diterbitkan sesuai adanya informasi warga masyarakat sendiri yang mehubungi ke Media Metro Soerya Kalteng untuk bagaimana tindakan oknum yang sudah merugikan masyarakat hanya mementingkan pribadi/ diri sendiri oleh mengambil keuntungan pada pemasangan aliran Listrik di Desa nya tersebut. sambil menunggu informasi dari pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan dilapangan dari informasi masyarakat, kita akan tunggu apa yang akan dilakukan pihak berwenang terhadap adanya pungutan LIAR diluar prosedur. jelas sudah melanggar hukum dan aturan yang sudah dikeluarkan oleh ESDM RI Nomor 33 Tahun 2014 tentang Tingkat Mutu Pelayanan.
Tim Media Soerya Kalteng ( Rully )-2020