72 Dokter dan Paramedis Siap Bertugas di RS Darurat Corona Sragen

Sragen –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragenakan mengerahkan 72 tenaga kesehatan untuk bertugas di rumah sakit darurat Corona. Seluruh dokter dan paramedis ini nantinya juga akan menjalani karantina sebagai jaring pengaman mencegah tertular virus Corona atau COVID-19.

Ke-72 tenaga kesehatan itu terbagi atas 12 dokter dan 60 paramedis dari seluruh rumah sakit dan Puskesmas di Sragen. Seluruh tenaga kesehatan ini bakal dibagi dalam tiga kloter khusus untuk menangani RS Darurat Corona yang saat ini dalam tahap persiapan akhir.

“Seluruh rumah sakit swasta di Sragen juga kami libatkan, masing-masing mengirimkan dua paramedis. Untuk dokter spesialisnya dipegang oleh DPJP (dokter penanggung jawab pasien) tim COVID-19 baik di RSUD dr Soehadi Prijonegoro maupun RSUD dr Soeratno Gemolong,” ujar Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (DKK) Sragen, Agus Sudarmanto ditemui wartawan di sela mengecek persiapan RS Darurat di kompleks Technopark Ganesha Sukowati, Senin (6/4/2020).

Agus menuturkan DPKP konsultan yang akan menentukan pasien yang layak dirawat di RS Darurat Corona. Sebab, rumah sakit ini bakal difungsikan khusus untuk orang dalam pemantauan (ODP) dengan gejala ringan hingga sedang, serta pasien dalam perawatan (PDP) dengan gejala ringan.

“Nanti DPJP yang akan melakukan screening, pasien-pasien mana yang memerlukan perawatan di RS Darurat ini. Jadi kami tidak bisa langsung menerima dari puskesmas. Tim COVID-19 dari RSUD dr Soehadi dan RSUD dr Soeratno yang berwenang menentukan,” terang Agus.

Agus mengatakan untuk memastikan para tenaga medis tidak tertular Corona, maka pihaknya bakal menerapkan sistem karantina. Semua tenaga medis yang selesai bertugas di RS Darurat Corona bakal diwajibkan menjalani isolasi selama 14 hari.

“Jadi nanti mekanismenya, tugas di sini 14 hari, lalu 14 hari diisolasi, kemudian 14 hari dipulangkan, off dulu. Fasilitas isolasi sedang kami siapkan, ada 28 bed khusus bagi tenaga medis dan paramedis yang akan menjalani isolasi,” papar Agus.

Cara ini, menurut Agus, dilakukan untuk memastikan agar para tenaga kesehatan terjaga dari paparan virus Corona. Selain itu, selama masa isolasi usai bertugas, kondisi para tenaga kesehatan ini akan terus dimonitor. Sehingga jika ada tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona, akan cepat ditangani.

Ditemui terpisah, Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, mengungkapkan RS Darurat Corona yang bertempat di gedung Nakula kompleks Technopark Ganesha Sukowati ini dalam tahap persiapan akhir. Ditargetkan perbaikan fisik gedung akan selesai lusa.

“Rabu nanti persiapan fisiknya selesai. Setelah itu tinggal memasukkan peralatan dan sarana kesehatan yang diperlukan. Ditargetkan pekan ini bisa tuntas,” kata Hargiyanto. (Jumanto)