PMI jember terus mendukung peran aktif santri untuk Pencegahan Covid-19 Secara Mandiri

JEMBER – Metrosoerya.net. Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember Jawa Timur pertengahan bulan Juni telah membagikan secara gratis 31 alat semprot (hand sprayer) dan cairan desinfektan kepada 11 pondok pesantren dengan tujuan mengajak partisipasi santri dan pengasuh pondok pesantren memerangi penyebaran Covid-19 di pondok pesantren.

E. A. Zaenal Marzuki,SH, MH, Ketua PMI Kabupaten Jember menjelaskan, PMI telah membagikan alat semprot dan cairannya kepada 11 Pondok Pesantren untuk melakukan penyemprotan desinfektan mandiri yakni Pondok Pesantren Al-qodiri, Nurul Islam Antirogo, PP. Assuniyah Kencong, PP. Yasinat Wuluhan, PP.Madinatul Ulum Jenggawah, PP. Nurul Qornain Sukowono, PP. Baitul Hikmah Tempurejo, PP. Al-Iklas Rambipuji, PP. Al-Islah Jenggawah, Al-Munawaroh Tempurejo dan PP. Baitul Arqom Balung.
“Memasuki ajaran baru dan penerimaan santri baru, telah rutin melakukan penyemprotan desinfektan, selain sudah terjadwal rutin, pihak pondok pesantren memperketat keluar masuk nya tamu dari luar Pondok. “ungkapnya.

Sementara itu, Ilham Nawafillah Kepala Biro Kepesantrenan PP. Nurul Islam Antirogo mengaku, pihaknya berterimakasih telah dibantu alat penyemprotan sehingga santri dapat melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri. “Santri rutin lakukan penyemprotan desinfektan dua kali dalam seminggu, tepatnya pada hari jumat dan minggu, ” Tutur Ilham.

Upaya pencegahan covid-19 lainnya yaitu dengan memberikan edukasi ke santri bagaimana cara cuci tangan yang benar, pemasangan wastafel di setiap sudut ruangan dan di depan kamar santri untuk cuci tangan, melakukan kegiatan senam pagi serentak selama 10 menit setiap setelah sholat dhuha, menjaga jarak dalam setiap kegiatan termasuk sholat berjamaah, kemudian setiap santri wajib mempunyai masker untuk digunakan setiap kegiatan.”ujar Ilham sambil menunjukkan ruangan Pondok Putra.

Selain itu juga, lanjut dia, ada fasilitas Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) untuk memberikan pengobatan santri yang mengalami sakit, di pesantren juga di sediakan ruangan khusus untuk santri yg sakit. Dan setiap asrama juga di sediakan thermo gun untuk mengecek jika ada santri yg sakit.”tambahnya.

Setiap kegiatan penyemprotan desinfektan semuanya yang terlibat dari kalangan santri yang dibentuk khusus oleh pengurus Pondok Pesantren dan di bantu oleh anggota yang tergabung dalam PMR (Palang Merah Remaja) yang ada di lembaga Formal Nuris.

Ilham juga menceritakan perubahan-perubahan yang selama ini belum terbiasa dilakukan, namun saat ini santri sudah membiasakan berprilaku hidup bersih dan sehat. “Setelah adanya beberapa kegiatan seperti Edukasi Perilaku hidup sehat dan bersih, santri lebih peduli dalam hal cuci tangan, yang awalnya jarang cuci tangan, sekarang hampir setiap ketemu wastafel santri langsung cuci tangan, selain itu mereka lebih menjaga kebersihan lingkungan seperti kamar dan kamar mandi. ” Pungkas Ilham Nawafillah Kepala Biro Kepesantrenan Ponpes Nuris Antirogo Jember.(Idris/Soleh/ali.m)