Hampir setahun laporanya tidak ada kejelasan,diduga terlapor kebal hukum

JEMBER–metro soerya.net. Suryadi (37) warga Siwan lor kelurahan panduman kecamatan jelbuk. mendatangi lahan sawah nya dengan didampingi kuasa hukumnya Ahmad Fauzi SH.mh ,untuk membajak dan menanami tanah sawahnya, karena kecewa atas pelaporannya ke polres jember tidak ada kepastian hukum, rabu (29/7/20).

Hampir setahun Suryadi bersabar karena pelaporanya di polres Jember terkait kasus penyerobotan dan penguasaan tanah miliknya tidak ada kejelasan. Dengan no : STTLP/ 560/VII/2019/JATIM/RES JEMBER. Sebagai warga yang baik dan taat hukum Suryadi melaporkan permasalahannya ke pihak yg berwajib dengan harapan kasusnya bisa diselesaikan secara jalur hukum, tapi kenyataannya selama hampir setahun belum ada kepastian hukum yang di perolehnnya. Justru Basir bebas melenggang kangkung dengan menanami dan memanen tanpa ada beban,meskipun kasusnya sudah dilaporkan ke penegak hukum.

 

Karena tanah sawahnya sudah kosong,dan baru saja di panen oleh Basir.
Suryadi bersama keluarga berencana membajak sawah yg berperkara dan juga langsung menanaminya, Rabu (29/7/29) tetapi disaat yang sama saudara Basir (terlapor)sudah membajak sawah tersebut lebih awal,alhasil mesin plaktor yg disewa Suryadi (pelapor) akhirnya di pulangkan. Akan tetapi Suryadi tetap akan menanami lahan tersebut, karena lahan itu sah milik nya dan bersertifikat.

Di saat yang sama Basir mengatakan bahwa, kalo memang punya surat hibah dan leter c silahkan ambil sawah ini, tidak usah rame rame kayak gini.’ ketus Basir

” Terkait siapa yang memanen padi.” Basir membenarkan bahwa Selasa pagi, (28/7/29). padi dipanen oleh dirinya tapi hanya dapat 10 karung, empat kwintal, wong memang saya yang menanamnya.”tuturnya Basir.

“Bahwa hal ini sudah di laporkan ke polres jember oleh saudara Suryadi.saya sudah di panggil satu kali tapi saya sama pihak polres di suruh mediasi .”polres tidak mau polres.” ucap Basir.

Lanjut Basir, masalahnya suratnya tidak akurat makanya saya disuruh mediasi kedesa, tutupnya.” Basir kepada media.

Ahmad Fauzi sh.mh.selaku Kuasa hukum Suryadi mengatakan, penguasaan tanpa hak atau penyerobotan tanah yang diduga dilakukan oleh terlapor sampai saat ini mandek di polres karena terlalu banyak campur tangan oleh orang orang atau oknum yg tidak bertanggung jawab.

“Perbuatan Basir yang mengaku atas hak tanah itu jelas jelas melangar perbuatan melawan hukum atau tindak pidana. karena alas hak hukum dari Suryadi adalah jelas sertifikat artinya Suryadi pemilik sah dari tanah sawahnya tersebut.”tuturnya

Kami akan tetap membela hak hak clien kami dan terus mendorong kepolisian agar segera membuat terang benderang perkara ini. yaitu perbuatan dari Basir dan orang orang yang telah berani menanam,merusak atau bahkan yang sudah merubah dari bentuk aslinya tanah sawah tersebut.kami meminta di proses secara pidana sesuai dengan UU yang berlaku di Indonesia.dan kami tetap meminta kepada kepolisian untuk diproses para pihak yg terlibat secara langsung atau tidak langsung untuk di proses sesuai UU yg berlaku.”tegas Ahmad Fauzi sh.mh selaku direktur lbh panglima justisia. (herman/sahrawi).
bersambung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *