Cegah Kericuhan, Konflik Sosial dan Pelanggaran Protokol Kesehatan saat Idul Adha, Babinsa Koramil 18/SIBORONGBORONG Dampingi Panitia Qurban

Siborongborong) ,-Hari Raya Idul Adha di Siborongborong telah usai dirayakan Muslim Siborongborong pada hari Jumat 31 Juli 2020 kemarin.

Namun menurut kaidah agama Islam, ibadah pemotongan hewan qurban masih bisa dilaksanakan selama 3 hari setelahnya yang disebut dengan hari “Tasyrik”.

Tahun ini, hari Tasyrik jatuh pada tanggal 1, 2 dan 3 Agustus 2020.

Panitia Qurban mesjid Taqwa Siborongborong memutuskan sebagian hewan qurban dipotong pada hari minggu tanggal 2 Agustus 2020 untuk menghindari terjadinya kelebihan daya tampung halaman mesjid dengan banyaknya penerima daging qurban yang mencapai 590 KK, terutama saat kondisi Pandemi covid-19 ini.

Menyikapi kondisi yang demikian, maka Babinsa Koramil 18/Siborongborong segera koordinasi dengan Panitia Qurban Mesjid Taqwa Siborongborong yang diketuai oleh “Irwan Damanik, S.Pd” agar pada proses pemotongan hingga pembagian qurban tidak terjadi kericuhan maupun konflik sosial yang lainnya.

Seperti disampaikan oleh Ketua Panitia Qurban “Irwan Damanik, S.Pd”.
“Kami sangat mengharapkan kehadiran Para Babinsa Koramil 18/Siborongborong di lokasi pemotongan dan pembagian qurban, disamping untuk penegakan protokol kesehatan pandemi covid-19, ini akan sangat membantu untuk mencegah kericuhan seperti yang terjadi di daerah lain”.

“Baru-baru ini ada ibu-ibu datang melakukan protes minta semua orang yang tinggal di rumahnya dibagi daging qurban, tetapi tidak kami layani karena dia hanya dapat satu bagian untuk satu kupon dari satu KK yang diajukan”.

“Lantas ibu itu marah-marah dengan alasan yang tidak masuk akal”.

“Setelah kami selidiki, ternyata foto copy KTP yang di lampirkan ibu itu adalah KTP anak-anak kost yang tinggal di rumahnya”.

“Untunglah situasi segera bisa diredam oleh Babinsa Koramil 18/Siborongborong”.

Ditambahkan oleh Ketua MUI Siborongborong “Ustadz Sanusi Siregar”.
“Memang betul sekali kalau petugas keamanan terutama Para Babinsa Koramil 18/Siborongborong terjun ke lapangan dampingi kami saat proses ibadah qurban terutama pada waktu pembagian kupon dan daging qurban”.

“Ada saja tingkah lakunya warga yang datang”.

“Ada yang ribut katanya tidak tahu informasi, ada yang bandel tidak pakai masker, ada yang tidak punya kupon maksa minta bagian daging dengan alasan dia seorang muslim juga, ternyata setelah kami selidiki dia tidak punya kartu identitas dengan alasan hilang dan tidak pernah datang ke mesjid”.

“Peran pendampingan Para Babinsa Koramil 18/Siborongborong buat kami Panitia Qurban sangat berarti untuk mencegah terjadinya konflik sosial, kericuhan dan pelanggaran protokol kesehatan”.

“Terima kasih banyak buat Para Babinsa Koramil 18/Siborongborong dibawah pimpinan Bapak Kapten Arm Guntur Sebayang”.

“Semoga ke depan semakin erat silaturahmi kita dan sukses buat Koramil 18/Siborongborong”.

Begitulah ulasan singkat dari Panitia Qurban Mesjid Taqwa Siborongborong di sela-sela kesibukannya saat ditemui awak media. (Rtyn Prima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *